Doa Setelah Khutbah Jumat Singkat Untuk Keluarga

Doa Setelah Khutbah Jumat Singkat Untuk Keluarga

Doa Setelah Khutbah Jumat Singkat Untuk Keluarga

Kebebasan pilih sangat mungkin Khutbah Jumat Singkat untuk mendiskusikan tema yang dia anggap perlu
serta dengan interpretasi apapun yang dia punyai tentang problem itu. Langkah pemerintah rupanya
diperuntukkan untuk mengecek serta mengatur supaya sistem seleksi meyakinkan bebrapa gosip diKhutbah
Jumat Singkatkan dengan benar mengenai tanpa ada mengindoktrinasi atau pencucian otak pengikut.

” Begitu disayangkan kalau banyak ulama agama setempat mempromosikan pandangan ekstremis dari
mimbar, baik berniat atau karna mereka mempunyai pengetahuan agama yg tidak mencukupi, ” kata
Yousaf.

Beberapa video Khutbah Jumat Singkat yang mengedar di sosial media tunjukkan sebagian pengKhutbah
Jumat Singkat yang berikan motivasi jamaah untuk berjihad didalam Pakistan, serta di beberapa tempat
seperti Afghanistan serta India yang dikendalikan-Kashmir.

” Doa Jumat begitu perlu di orang-orang kita. Sayangnya, terlebih dulu terdapat banyak contoh di
waktu dulu dimana sebagian masjid memakai Khutbah Jumat Singkat Jumat jadi langkah untuk
mempromosikan sikap keras mereka, yang sudah memengaruhi alur fikir orang-orang, terlebih golongan
muda. , serta kita butuh melawannya, ” kata AZ Hilali, seseorang ilmuwan politik dari Pakistan.

Potensi reaksi balik

Sesaat prakarsa untuk mengatur Khutbah Jumat Singkat Jumat sudah diterima oleh beragam sekte di
Pakistan, pemerintah nampaknya mewaspadai potensi serangan balik yang bisa dipicu dari beragam
partai keagamaan serta ulama lokal dengan pengikut yang begitu besar.

Tetapi Yousaf menyebutkan pada VOA kalau pemerintah memiliki komitmen untuk mengimplementasikan
prakarsa itu.

” Demikian gagasannya ambil bentuk pada akhirnya, itu juga akan dikerjakan tanpa ada sangsi, ”
tuturnya.

Beberapa waktu terakhir, pemerintah juga sudah melarang beberapa ulama agama masuk ibukota Islamabad
sepanjang dua bln., menuduh mereka mempromosikan sektarianisme mendekati bln. Muharram, yang
bertepatan dengan ulang th. kematian Imam Husain, cucu dari Nabi Muhammad. Umat Islam Syiah di semua
dunia meratapi kematiannya tiap-tiap th..
Ulama mohon maaf sesudah membakar alat musik

Penyelenggara seminar di Landi Kotal, yang ada di Khyber Agency di barat laut Pakistan, memajukan
satu surat ke kantor Asisten Agen Politik Asisten setempat (APA) yang mohon maaf karna sudah
menginformasikan larangan menghadiri pertemuan musik serta membakar alat musik sesudah shalat Jumat
8 September 2017, memberikan laporan harian Pakistan Today pada tanggal 9 September.

APA menyebut dua ulama itu – Syed Mohammed Ilyas Banuri (dengan kata lain Khan Lala) serta Muhammad
Ibrahim (dengan kata lain Bacha Jan) – serta menyebutkan kalau ” tak ada yang diizinkan untuk ambil
hukum di tangan mereka “. Dalam keinginan maaf mereka, beberapa ulama melukiskan peristiwa itu jadi
” kesalahpahaman “, berjanji untuk tetaplah mematuhi hukum serta menahan diri tidak untuk bertindak
seperti itu sekali lagi. Beberapa anggota orang-orang umum, penatua, serta organisasi orang-orang
sipil memberikan pujian pada administrasi politik karna sudah memerhatikan dengan awal problem itu.
Satu diantara kebajikan membaca frasa ini yaitu kalau hal tersebut mengakibatkan pengampunan dosa
serta penghilangan kekeliruan, Khutbah Jumat Singkat juga akan menyebutkannya.