7 Faktor Fresh Graduate Susah Dapat Kerja dan Cara Mengatasinya

Lulus kuliah bukanlah bermakna perjuangan usai. Anda masih tetap mesti berjuang sekali lagi untuk memperoleh pekerjaan, serta ini malah lebih menantang di banding perjuangan lulus kuliah. Jadi tidak heran bila satu diantara yang dirasakan paling utama fresh graduate selepas wisuda adalh, “Kok sulit banget ya, bisa kerja? ”

Bila Anda termasuk juga satu diantara salah satunya, simak tujuh argumen di bawah ini kenapa fresh graduate susah memperoleh pekerjaan, tersebut pemecahannya.

1. Meremehkan Kualifikasi

Banyak fresh graduate yang tidak berhasil memperoleh pekerjaan karna meremehkan kriteria serta cuek saja melamar ke semuanya lowongan yang mereka dapatkan tanpa ada sesuaikan dengan apa yang diperlukan. Walau sebenarnya, bila pengalaman Anda masih tetap 0 serta Anda melamar ke perusahaan yang memerlukan pengalaman minimum 3 th., atau Anda lulusan Tehnik Sipil namun melamar ke pekerjaan yang memohon calon dari jurusan Public Relation, sudah pasti lamaran Anda juga akan segera masuk tempat sampah.

Jalan keluar : Seperti juga akan bertempur, Anda harus siap dengan semua perihal. Demikian pula waktu mencari pekerjaan, terkecuali CV serta cover letter, Anda harus juga memerhatikan baik-baik kriteria apa yang diserahkan di lowongan, serta apakah Anda penuhi kwalifikasi itu. Tambah baik kirim lamaran ke 10 lowongan dimana Anda penuhi prasyarat, dari pada 100 lowongan yg tidak memerlukan Anda.

2. Kurang Pengalaman

Memanglah cukup banyak perusahaan yang terima karyawan fresh graduate, tetapi jumlahnya kalah banyak dengan jumlah lulusan perguruan tinggi tiap-tiap th.. Tidak ada pengalaman mengakibatkan fresh graduate ‘kalah’ dalam persaingan perebutan bursa kerja.

Jalan keluar : Sesungguhnya hal semacam ini dapat disiasati dengan adanya banyak lakukan internships dengan kata lain magang saat kuliah, hingga ada sedikit pengalaman kerja yang dapat tercantum didalam CV. Bila telah telanjur, Anda dapat juga ambil pekerjaan internship berbayar, selekasnya sehabis lulus kuliah. Setahun saja cukup, untuk memperkaya CV Anda dengan pengalaman sekalian jadi arena Anda belajar.

Sekali lagi juga, siapa tahu sehabis periode magang usai, Anda nyatanya segera diangkat jadi pegawai tetaplah?

3. Tidak Ada Nilai Tambah

Persaingan perebutan kerja di Indonesia begitu ketat. Belum juga bila Anda melamar ke profesi yang cukup popular dimana Anda mesti berkompetisi bukanlah saja dengan sesama fresh graduate, namun dengan juga calon beda yang lebih memiliki pengalaman maupun berpendidikan lebih tinggi dari Anda.

Bila Anda tidak miliki nilai lebih yang dapat buat Anda menonjol dibanding calon beda, CV Anda tidak juga akan dilirik oleh perusahaan yang sehari-hari mungkin saja terima beberapa ratus lamaran.

Jalan keluar : Untuk mengakalinya, cobalah fikirkan apakah Anda sempat gabung dengan organisasi spesifik umpamanya aktivitas ekstrakurikuler, atau bila Anda sempat memperoleh award di satu kompetisi (Juara Keinginan juga lumayan, kok). Atau, sambil menanti panggilan kerja, gunakan saat Anda untuk ambil pelatihan yang bisa menaikkan skill Anda seperti les bhs Mandarin, belajar coding, public speaking, dsb.

4. Sangat Selektif

Sangat “nyampah” serta kirim lamaran ke beberapa ratus lowongan memanglah tidak efisien, namun sangat picky juga tidak bagus. Bagaimana Anda dapat temukan karier yang nyatanya pas untuk Anda, bila Anda bahkan juga tidak sempat coba?

Jalan keluar : Bila Anda memanglah telah miliki satu perusahaan incaran, cobalah perluas pencarian kerja ke perusahaan beda di bagian yang sama. Atau buat daftar industri serta bagian pekerjaan yang menarik ketertarikan Anda, serta yang seumpamanya Anda masih tetap ingin untuk coba, lalu lamarlah ke perusahaan yang sesuai sama. Toh bila nyatanya Anda tidak sukai sehabis menjalaninya, paling tidak Anda ketahui karna telah coba. Serta Anda juga jadi miliki pengalaman yang dapat ditambahkan kedalam CV.

5. Kurang Jaringan?

Karna baru lulus, umumnya fresh graduate tidak mempunyai jaringan seluas orang yang telah bekerja, serta tidak sering ada yang menginginkan mulai karna berfikir networking cuma untuk pekerja kantoran. Walau sebenarnya tanpa ada networking, peluang Anda memperoleh informasi lowongan pekerjaan lebih sedikit karna tidak cukup sumber.

Jika Anda sekarang sedang membuat surat lamaran kerja, ada baiknya baca artikel kami tentang contoh cv .

Jalan keluar : Aktif di media sosial serta merajut koneksi di website seperti LinkedIn dapat jadi jalan untuk memperoleh jaringan baru. Terkecuali lewat sosial media, Anda dapat juga buka jaringan dengan beberapa alumni universitas Anda untuk memperoleh info pekerjaan, bahkan juga mereferensikan Anda ke perusahaannya.

6. Kurang Yakin Diri

Banyak fresh graduate yang masih tetap malu-malu atau tidak yakin diri waktu bertemu dengan pewawancara di ruang interview, walau ia miliki ketrampilan serta bakat yang mungkin saja pertimbangan perusahaan. Ini punya potensi buat calon bos Anda ilfeel serta berfikir 2 x untuk mempekerjakan Anda.

Jalan keluar : Ingat, pewawancara juga manusia, jadi Anda tidak butuh takut. Apa sich hal terburuk yang dapat berlangsung ruang wawancara? Peluang terburuknya merupakan Anda tidak di terima kerja, namun itu malah dapat berlangsung bila Anda tidak yakin diri. Jadi, mari tegakkan kepala, bicara dengan nada yang pasti terdengar, serta janganlah sungkan promosikan diri Anda dimuka pewawancara.

Bila Anda masih tetap kurang percaya diri, kerjakan 5 trick di bawah ini untuk tampak yakin diri walau sesungguhnya tidak.

7. Nilai di Bawah Rata-Rata

Walau beberapa besar perusahaan tidak memohon nilai IPK jadi kriteria, aspek ini tetaplah mungkin saja penentu Anda untuk di terima atau tidak diterima di perusahaan bila IPK Anda betul-betul dibawah rata-rata. Perusahaan jadi juga akan bertanya-tanya, apa yang salah dengan Anda hingga dapat memperoleh IPK serendah itu.

Jalan keluar : Kalau Anda mempunyai nilai IPK yang agak “memalukan”, serta Anda melamar ke perusahaan yang tidak mensyaratkan penyebutan nilai IPK ataupun pemberian foto copy ijazah, tidak usah lah berinisiatif menginformasikan atau berikan ijazah. Cukup kirimkan CV, cover letter, serta kriteria beda yang disuruh, serta tidak butuh ungkit-ungkit masalah IPK Anda terkecuali Anda memanglah di tanya waktu wawancara.

Sediakan juga jawaban yang pas untuk waktu Anda di tanya. Anda dapat katakan umpamanya nilai Anda jelek karna bagian studi itu sesungguhnya bukanlah ketertarikan Anda, atau akui kekeliruan Anda yang terus-terusan nongkrong serta melakukan aktivitas diluar daripada kuliah. Jadi mungkin saja lewat argumen ini Anda dapat mempromosikan bakat serta kelebihan Anda yang beda.